Separator Busway Pembawa Maut
Posted by ardnet | Filed under Some Stories
Saat itu kira-kira jam 10 malam dan hujan sangat deras sekali, gw mau balik dengan menggunakan sepeda motor ke rumah gw yang berada di Tangerang dari kantor gw yang berada di Cipete - Jakarta Selatan, dan gw ngelewatin jalan Arteri Pondok Indah.
Pas gw ngelewatin lampu merah Pondok Indah dari arah Radio Dalam menuju ke arah kanan yang menuju ke Kebon Jeruk, saat itu hujan lagi deras sekali, bahkan gw pun agak sulit melihat dengan jelas jalan yang gw lalui melalui kaca helm gw, apalagi di tambah dengan kondisi jalan yang sangat licin dan gelap sekali, sama sekali tanpa penerangan.
Saat itu pula tiba-tiba gw melihat samar-samar dari kaca helm motor gw, motor dengan penumpang berjumlah 2 orang yang semuanya adalah laki-laki melaju sangat cepat sekali dari arah kanan gw.
Dan entah kenapa tiba-tiba gw melihat motor ini kehilangan keseimbangan dan nampaknya si pengendara ingin coba men-stabilkannya motor nya lagi, namun pada akhirnya motor ini jatuh juga dengan sempat terseret beberapa meter dari tempat mereka jatuh pertama kali. Gila!!! serem abis!! Gw benar-benar melihat kejadian tersebut dengan mata kepala gw sendiri saat motor ini terjatuh tepat di sebelah kanan gw. Coba kalau gw berjarak agak dekat dengan motor itu, pasti gw pun juga akan ikut jatuh.
Saat kejadian itu terjadi, gw sempet berpikir kenapa motor ini tiba-tiba terjatuh dengan sendirinya. Ternyata setelah gw sadari, ada separator busway di atas motor itu terjatuh, dan mungkin mereka terjatuh karena separator busway itu.
Gw sempet memberhentikan motor gw dan menolong mereka berdua sampai pada akhirnya orang-orang di sekitarnya juga ikut menolong. Gw pun juga melihat salah satu dari penumpang tersebut mengalami patah tulang di tangan sebelah kiri, karena gw melihat tangannnya bentuknya agak aneh dan dia merasa kesakitan sekali.
(Sigh!!!)
Busway, ato lebih tepatnya Transjakarta. Kita sudah tahu lah, bahwa awal pembangunan busway di Jakarta ini - yang di adaptasi dari negara Kolombia itu - mengundang banyak kontroversi. Seperti kita ketahui bahwa, busway ini pada awalnya adalah solusi untuk mengatasi kemacetan di Jakarta. Dan di harapkan pula bahwa warga kota akan menggunakan transportasi ini sebagai alternatif dari kendaraan-kendaraan pribadi dan kendaraan umum lainnya.
Tapi satu hal dari masalah busway ini adalah - yang cukup kasat mata di depan kita - penggunaannya memakan hampir setengah badan jalan. Dan pembangunan-nya pun juga nampaknya tidak di sosialisasikan terlebih dahulu, seperti contoh kasus adalah jalan busway yang sedang di bangun di Jalan Arteri Pondok Indah (Jalan Panjang). Tau-tau… sudah muncul saja jalan busway di sana, seperti sim salabim.
Sebel banget, gw biasa berangkat naik motor kalau mau pergi ke kantor pagi-pagi jam 7, tiba-tiba…macetnya luar biasa di daerah situ!!! Karena ya itu tadi… ada pembangunan jalan busway. Akhirnya gw cari jalan alternatif lain untuk pergi ke kantor.
Dan perasaan gw bertambah sebal pada saat malam hari. Separator busway itu kalau kita tidak mempunya mata setajam burung elang pasti kita tidak dapat melihatnya. Apalagi mata gw minus 0.5, kalau naek motor kadang-kadang kalau memang tidak begitu jelas melihat jalan yang ada di depan, gw langsung jalan pelan-pelan.
Perusahaan developer yang membangun jalan busway itu, mustinya pada saat malam hari di kasi semacam tanda atau billboard kek, yang menandakan bahwa ada separator busway di situ. Apa susahnya si itu??!!! Apalagi jika kita lihat dengan seksama, separator busway yang kira-kira belum jadi tersebut masih di susun oleh semacam batu-bata yang di atasnya ada semacam besi kecil yang mencuat ke atas. Hiii… serem abis!!!
Gw jadi agak-agak khawatir dengan 2 orang penumpang sepeda motor yang mengalami kecelakaan seperti yang sudah gw ceritakan sebelumnya. Mungkin saja ternyata mereka mempunyai luka tambahan yang cukup parah, mengingat gw sempat melihat ada besi mencuat keluar di atas separator busway itu. Jangan sampai ya Allah, Astagfirullah Aladzim.
Gw pun bahkan - saat kejadian tentang kecelakaan yang sudah gw ceritakan sebelumnya - hampir kena pula separator busway itu. Alhamdullilah…. untung nya sang Maha Pencipta masih memberi gw keberuntungan. Amin ya Robal Alamin.
Gw sebetulnya mendukung apa yang menjadi keputusan pemerintah supaya rakyatnya damai dan sejahtera, salah satunya mungkin adalah dengan pembangunan fasilitas busway itu. Yaaaah, meskipun secara pribadi gw tidak setuju.
Namun kalau memang tujuannya untuk mengatasi kemacetan, seharusnya si ya (ini mah cuma uneg-uneg gw aja ya) ;P
Pemerintah seharusnya menaikkan pajak kendaraan untuk semua mobil pribadi, khususnya untuk kendaraan tahun 2000 keatas. Karena, dengan adanya hal tersebut, orang akan berpikir dua kali untuk membeli mobil. Lihat saja sekarang ini kalau lo lo pade nongkrong bentar di atas jembatan Semanggi atau Senayan malam-malam jm 7, gila!!! di jalan isinya mobiiiiiiiiiiiiiil semua!!!! Gimane Jakarte gk mo macet!!!!
Selanjutnya adalah, semua mobil pribadi, untuk bahan bakarnya… di wajibkan menggunakan bahan bakar Pertamax. Karena, orang akan berpikir dua kali untuk naik kendaraan pribadi, karena harga Pertamax ya… Naudzubillah mahalnya. Terkait dengan hal tersebut - seperti gosip-gosip sekarang ini katanya…. pemerintah akan menaikkan harga Premium. Ya aneh kan!! Premium kan semua rakyat pakai semua, motor-motor juga. Nah gw gimana donk kalau pake motor, mojrot gw bayarnya!!!
Dan selanjutnya adalah, pemerintah seharusnya membeli perusahaan-perusahaan transportasi umum di Jakarta yang biasanya adalah bis-bis, seperti Kopaja, Metromini, ataupun Kopatri dan lain-lain lah. Sekarang apa gunanya Transjakarta kalau bis-bis semacam itu masih beredar di jalan-jalan. Sudah jalannya kecil, mobil nya banyak, plus bis-bis tersebut jalan dan berhenti seenaknya lagi, uda deh…. makin macet aja jalannya. Gw rasa pemerintah punya duit dan mampu untuk membelinya, tapi yah… kynya duitnya mending buat betulin atap rumah anggota DPR aja ya, sigh!!! Dan untuk sopir-sopir dan kenek-kenek dari bis-bis tersebut, di beri pekerjaan pengganti sebagai sopir Transjakarta atau staf yang biasanya berjaga di dalam terminal Transjakarta.
Dan untuk masalah pembangunan jalur busway. Seperti yang sudah gw singgung sebelumnya, seharusnya pemerintah men-sosialisasikan terlebih dahulu kepada rakyat, bahwa akan ada pembangunan jalur busway di dekat daerahnya, jangan tiba-tiba sudah muncul aja separator busway tersebut!! Dan juga, seharusnya pemerintah memberi semacam rambu peringatan akan adanya separator busway tersebut saat masih dalam pembangunan. Separator busway tersebut benar-benar tidak kelihatan di malam hari, dan menyebabkan musibah bagi rakyat kecil.
Sudah lah, tidak usah melantur kemana-mana. Yang penting bagi anda-anda semua, berhati-hatilah terhadap pembangunan jalur busway di sekitar jalan yang anda lalui. Gw rasa sudah banyak korban-korban berjatuhan akibat kelalaian perusahaan developer yang membangun jalur busway tersebut untuk memberi semacam tanda atau sebagainya akan adanya separator busway.
Waspadalah…. waspadalah…. (quote by: Bang Napi ;P)
Tags: busway
7 Medical Myths Even Doctors Believe
Posted by ardnet | Filed under Things I Got
Popular culture is loaded with myths and half-truths. Most are harmless. But when doctors start believing medical myths, perhaps it’s time to worry.
In the British Medical Journal this week, researchers looked into several common misconceptions, from the belief that a person should drink eight glasses of water per day to the notion that reading in low light ruins your eyesight.
“We got fired up about this because we knew that physicians accepted these beliefs and were passing this information along to their patients,” said Dr. Aaron Carroll, assistant professor of pediatrics at the Indiana University School of Medicine. “And these beliefs are frequently cited in the popular media.”
And so here they are, so that you can inform your doctor:
Myth: We use only 10 percent of our brains.
Fact: Physicians and comedians alike, including Jerry Seinfeld, love to cite this one. It’s sometimes erroneously credited to Albert Einstein. But MRI scans, PET scans and other imaging studies show no dormant areas of the brain, and even viewing individual neurons or cells reveals no inactive areas, the new paper points out. Metabolic studies of how brain cells process chemicals show no nonfunctioning areas. The myth probably originated with self-improvement hucksters in the early 1900s who wanted to convince people that they had yet not reached their full potential, Carroll figures. It also doesn’t jibe with the fact that our other organs run at full tilt.
Myth: You should drink at least eight glasses of water a day.
Fact: “There is no medical evidence to suggest that you need that much water,” said Dr. Rachel Vreeman, a pediatrics research fellow at the university and co-author of the journal article. Vreeman thinks this myth can be traced back to a 1945 recommendation from the Nutrition Council that a person consume the equivalent of 8 glasses (64 ounces) of fluid a day. Over the years, “fluid” turned to water. But fruits and vegetables, plus coffee and other liquids, count.
Myth: Fingernails and hair grow after death.
Fact: Most physicians queried on this one initially thought it was true. Upon further reflection, they realized it’s impossible. Here’s what happens: “As the body’s skin is drying out, soft tissue, especially skin, is retracting,” Vreeman said. “The nails appear much more prominent as the skin dries out. The same is true, but less obvious, with hair. As the skin is shrinking back, the hair looks more prominent or sticks up a bit.”
Myth: Shaved hair grows back faster, coarser and darker.
Fact: A 1928 clinical trial compared hair growth in shaved patches to growth in non-shaved patches. The hair which replaced the shaved hair was no darker or thicker, and did not grow in faster. More recent studies have confirmed that one. Here’s the deal: When hair first comes in after being shaved, it grows with a blunt edge on top, Carroll and Vreeman explain. Over time, the blunt edge gets worn so it may seem thicker than it actually is. Hair that’s just emerging can be darker too, because it hasn’t been bleached by the sun.
Myth: Reading in dim light ruins your eyesight.
Fact: The researchers found no evidence that reading in dim light causes permanent eye damage. It can cause eye strain and temporarily decreased acuity, which subsides after rest.
Myth: Eating turkey makes you drowsy.
Fact: Even Carroll and Vreeman believed this one until they researched it. The thing is, a chemical in turkey called tryptophan is known to cause drowsiness. But turkey doesn’t contain any more of it than does chicken or beef. This myth is fueled by the fact that turkey is often eaten with a colossal holiday meal, often accompanied by alcohol — both things that will make you sleepy.
Myth: Mobile phones are dangerous in hospitals.
Fact: There are no known cases of death related to this one. Cases of less-serious interference with hospital devices seem to be largely anecdotal, the researchers found. In one real study, mobile phones were found to interfere with 4 percent of devices, but only when the phone was within 3 feet of the device. A more recent study, this year, found no interference in 300 tests in 75 treatment rooms. To the contrary, when doctors use mobile phones, the improved communication means they make fewer mistakes.
“Whenever we talk about this work, doctors at first express disbelief that these things are not true,” said Vreeman said. “But after we carefully lay out medical evidence, they are very willing to accept that these beliefs are actually false.”
Source: http://news.yahoo.com/s/livescience/20071221/sc_livescience/7medicalmythsevendoctorsbelieve
Tags: cool
Menanggapi Soal Comments Para Kawan2 Pemerhati IT tentang www.my-indonesia.info
Posted by ardnet | Filed under Some Stories
[Sepertinya saya akan menulis artikel ini dengan bahasa Indonesia saja, supaya bisa dimengerti oleh semua kalangan di Indonesia pada khususnya. Namun saya akan buat dengan versi bahasa Inggris untuk nantinya, dan mungkin orang-orang asing bisa komentar juga, hehehehe....]
Sebelumnya, saya pribadi sangat…sangat berterima kasih atas masukan dan saran-saran dari berbagai kalangan mengenai www.my-indonesia.info ini. Ini saya dapat dari berbagai blog-blog yang saya asumsi adalah blog-blog yang cukup berpengaruh di Indonesia seperti:
- http://ustadz.net/akankah-my-indonesiainfo-menjadi-sebuah-kebohongan-publik.htm
- http://www.rayofshadow.com/blog/selamat-atas-diresmikannya-situs-my-indonesia-dot-info/
- http://www.brokencode.biz/2007/12/11/situs-mahal/
- http://translateoff.blogspot.com/2007/12/tourism-site-of-indonesia-ohh-mann.html
- http://www.kapucino.org/2007/12/11/oh-my-indonesia-oh-my-god/
- …dan blog2 lain yang lupa saya taruh di list ini.
- dan juga detik.com (pastinya), sumber dari segala sumber tentang wara-wiri ini.
Salam kenal semuanya. Apa kabar.
Biodata tentang saya sedikit bisa dilihat http://www.ard4art.com/who-am-i/, dan mengenai project www.my-indonesia.info ini sempat saya jelaskan sedikit detailnya di http://www.ard4art.com/2007/11/19/web-portal-of-ministry-culture-and-tourism-of-indonesia/.
Dan juga sebelumnya, saya tidak akan menjelaskan detail secara keseluruhan tentang project ini karena saya asumsi ada beberapa informasi-informasi yang memang sifatnya rahasia. Maaf, bukannya saya tidak mau untuk membeberkan semuanya - yang berkaitan dengan berita tentang “kehebohan” situs web pariwisata ini, tapi karena saya secara profesionalitas kerja masih menghormati perusahaan indo.com akan hal ini. Saya disini hanya akan menjelaskan tentang bagian saya saja dari project ini.
Mudah-mudahan informasi yang saya berikan ini cukup membuat anda-anda ini sedikit puas, sedikit lah ( daripada gk ada - peace ;-P).
Saya memang agak terkejut dengan pemberitaan bahwa budget yang dikeluarkan untuk mengembangkan website ini adalah sebesar 17,5 M, karena saya dari awal memang tidak tahu menahu berapa jumlah total dari project ini sebenarnya, sampai pada akhirnya Bu Ratna mengeluarkan statement seperti itu.
Memang sih, sulit di percaya bahwa, di saat negara kita tercinta ini sedang mengalami banyak goncangan, dan rakyatnya semakin mengalami kesusahan, dengan banyak kebijakan pemerintah yang tidak masuk akal. Duit segitu memang lebih baik untuk membantu rakyat saja, daripada untuk membuat situs web pariwisata yang pada akhirnya jadi seperti begini “kerennya”, menurut pendapat dari anda-anda semua.
Namun seperti yang diberitakan (lagi) sebelumnya bahwa, budget segitu mahalnya tidak hanya untuk pengembangan website saja, tapi juga untuk kebutuhan promosi via internet dan media-media lainnya. Tapi yaaah, memang si, teteup, saya pribadi masih berpikir bahwa budget segitu masih terlalu mahal. Tapi yah, apa mo dikata…ane mah cuma kuli aja, kerja…terima duitnya…ude de, hehehe.
Oke, untuk masalah teknisnya sedikit dari situs pariwisata ini sendiri - seperti yang sudah saya jelaskan sedikit sebelumnya :
Desain Web:
Oke, memang banyak yg komen tentang desain layoutnya, warnanya masih berantakan, terkesan dipaksakan, terkesan di mampatkan, tidak sesuai dengan jenis model desain-desain seperti jaman sekarang yang kesannya glossy dan simple sesuai dengan Web2.0. Tapi yah sekali lagi, ini mah masalah selera, dan semua orang pasti kan punya pendapat- pendapat sendiri. Kalo saya pribadi mah, jujur, menurut saya desainnya sudah bagus sekali, tapi klo saya yang desain, saya mah lebih suka yang konsepnya Less is More, saya mah cuma jadiin desain layoutnya dari file *.psd ke HTML dan CSS.
Tapi dilihat dari tujuan awalnya sendiri, ini kan website untuk pariwisata, jadi konsepnya paling tidak yang cerah dan meriah. Desain ini sendiri pun juga sudah melalui perbincangan dengan para pihak dari instansi terkait. And this is the best what we can come up with.
Untuk validasi CSS dan HTMLnya sendiri, saya sudah memperbaiki yang CSS nya loh, sudah No Error Found (yaaah meskipun dengan Warning sejumlah 1050 buah ;P). Dan untuk HTMLnya sendiri, oke… memang masih banyak errornya, 182 errors (yaiks!!), dan saya memang lagi proses untuk memperbaikinya. Dan juga untuk browser compatibility-nya, saya akan usahakan tampilannya tetap sama untuk semua browser. Namanya juga browser compatibility, paling tidak tampilannya harus kelihatan lebih bagus lah pada browser yang masih sering dipakai orang banyak, seperti IE6 dan Firefox.
Dan untuk masalah teknis mengenai SEO, Jaringan, Content, Manajemen Project dan sebagainya, maaf saya tidak bisa berkomentar banyak tentang itu. Selain karena memang bukan tugas saya untuk menangani hal tersebut, saya rasa untuk mengetahui detail hal tersebut harus berdasarkan izin dari orang yang bersangkutan. Sekali lagi, bukan hak saya untuk itu, maaf.
Namun paling tidak hal yang bisa saya lakukan adalah, saya mungkin bisa menghubungi orang yang bersangkutan untuk memberikan penjelasan atau apapun itu namanya, dan entah nantinya akan di tampilkan lewat TV, Majalah, Website seperti detik.com, atau mungkin menulisnya di blog pribadi mereka, seperti yang sudah saya lakukan ini, saya tidak tahu. Tapi apapun keputusan mereka nantinya, itu hak mereka, saya tidak punya hak untuk memaksakannya. Saya akan coba membantu semampu saya, jika tidak mampu mohon di maafkan, namanya juga manusia 
Tapi jika memang ada perkembangan dari hal tersebut diatas, saya akan memberikan informasinya di website ini, okeh!!
Saya pribadi pun juga sangat benci yang namanya Korupsi, bahkan saking bencinya ma kata itu, saya juga antipati yang namanya pemerintahan, karena - maaf seribu maaf ni - kebanyakan kata tersebut lebih banyak dari kalangan tersebut. Kalo mao dipikir-pikir yach, dari semua bencana-bencana yang ada di Indonesia ini, dari yang dibuat oleh manusia sendiri sampai dengan yang dari Allah SWT, semuanya adalah akibat K O R U P S I !!!!!!!! (baik secara langsung atau tidak langsung), yang dilakukan oleh kebanyakan instansi dari pemerintahan.
Dan bagi siapapun yang melakukan KORUPSI, siapapun itu, dimana pun berada. Meskipun mereka bisa lari ke luar negeri atau operasi wajah, tenang aja, masih ada yang namanya KARMA, dan saya 100000000% percaya akan hal tersebut. Mereka selamanya tidak akan bisa lari dari Tuhan dan Karma, dan pasti, pasti, akan mendapat balasannya…apapun itu balasannya. Yang mereka tanam, itu yang mereka tuai.
Tetapi, saya selalu mempunyai pikiran optimis, dan selalu percaya, seperti yang dikatakan mantan bos saya dulu sebelum di indo.com bahwa Jika kita mendapat kesusahan berarti kita akan mendapat kesenangan (rejeki), tapi berhati-hatilah jika kita mendapat kesenangan, mungkin kita akan mendapat kesusahan. Intinya, betapapun buruknya Indonesia dalam hal apapun, selalu ada kesempatan untuk membuatnya menjadi lebih baik. Just don’t give up!!!!!!!! Ayo anak bangsa Indonesia, jangan malaaaaaaaaaaaassssssss!!!!!!!! Giatlah belajar dan bekerja…. loh loh, stop!!! koq jadi ngalur ngidul gini si, sorry, kebawa emosi ni bos, hehehe ;P
But anyway,
Artikel yang saya tulis ini sebetulnya bukan untuk mengklarifikasi ataupun untuk memberikan solusi atau resolusi apapun itu yang berkaitan dengan kehebohan situs pariwisata ini, namun hanya sekedar memberikan sedikit informasi dan unek-unek saya sendiri. Saya juga sangat prihatin dengan keadaan Indonesia ini yang lagi tidak stabil akhir-akhir ini (sebetulnya dari dulu si). Tetapi saya tetap optimis negara kita Indonesia tercinta ini akan menjadi negara yang di segani di wilayah Asia. Semua tergantung dari kita ini para generasi muda. Amiiiiiiiiin.
Don’t do drugs, Try to stay away from free sex, and believe with Almighty God.
<< Artikel ini akan terus di update >>
Tags: projects
INCUBUS IS GOING TO JAKARTA Y’ALL!!!!!!!
Posted by ardnet | Filed under Some Stories
Yup, just like I said before, Incubus is gonna come to my lovely city… Jakarta, Indonesia.
| Name: |
INCUBUS |
| Host: |
Java Musikindo |
| Type: |
| Date: |
Wednesday, March 5, 2008 |
| Time: |
8:00pm - 11:00pm |
| Location: |
Tennis Indoor Senayan |
| Street: |
Senayan |
| City/Town: |
Jakarta |
About the ticket, it says that it’s gonna cost IDR 550,000 for festival, and IDR 450,000 for tribune, but it is said also that the price of the ticket might be change without prior notice.
O well, for my self, i don’t care how much cost do i have to spend for the ticket, but…this is something that i wait it all along ago, I WILL BUY THE DAMN TICKET!!! O yes, damn i am an Incubus Freako!!!!!!! so what!!!I
I really want to see them play…live, especially with their new bassist Ben Kenney. Just like you all know that, they change their bass previous bass player which is Dirk Lance, because of…i dunno, the rumor is that…Dirk Lance doesnt have the same mind set for band future.
What ever the rumor is, what ever the gossip is or the news is….YUP!!! their still Incubus, the one and only my fucking best band in the whole universe.
As long as there is Brandon Boyd, Mike Einziger, DJ Kilmore, Jose Passilas Jr, and Ben Kenney (miss u Dirk), and also…..with their super duper funkiest coolest original music and sound….yup their still Incubus, the one and only my fucking best band in the whole universe.
So, does anyone whose freak as i do with Incubus wanna attend the concert? Nope? O well, i dont care. But for me, it is an obligation for me to attend their concert, because I am……an Incubus Freako!!!!!!! so what!!!!
For those of you who wanna attend it….see you there….

D’Cinnamons - Selamanya Cinta
Posted by ardnet | Filed under Some Stories
di kala hati resah
sribu ragu datang memaksaku
rindu semakin menyerang
kalaulah aku dapat membaca pikiranmu
dengan sayap pengharapanmu
ingin terbang jauhbiar awanpun gelisah
daun2 jatuh berguguran
namun cintamu kasih terbit laksana bintang
yang bersinar cerah menerangi jiwaku
andaikan ku dapat mengungkapkan
perasaanku hingga membuat kau percaya
akan kuberikan seutuhnya
rasa cintaku selamanya…selamanya…
andaikan ku dapat mengungkapkan
perasaanku hingga membuat kau percaya
akan kuberikan seutuhnya
rasa cintaku
rasa cinta yang tulus dari dasar
lubuk hatiku
Tuhan, jalinkanlah cinta
bersama, slamanya
Tags: love






